Raka, Wisudawan UB Hadirkan Harapan Lewat Lengan Bionik

Inovasi tak henti-hentinya lahir dari tangan-tangan cerdas anak bangsa. Salah satunya datang dari Fatih Raka Ksatria, seorang wisudawan terbaik dari Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Brawijaya (UB). Raka berhasil menghadirkan harapan baru bagi penyandang disabilitas melalui skripsinya yang berfokus pada pengembangan lengan prostetik bionik. Karyanya ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat menjadi solusi nyata bagi permasalahan kemanusiaan.

Raka dinobatkan sebagai wisudawan terbaik pada wisuda periode 19 UB, dengan predikat cumlaude dan IPK 3,97. Pencapaian akademik yang gemilang ini didukung oleh penelitiannya yang inspiratif mengenai teknologi lengan prostetik bionik yang lebih terjangkau. Inisiatifnya ini bermula dari keprihatinan Raka terhadap tingginya biaya produksi lengan prostetik yang beredar di pasaran saat ini.

Lengan prostetik bionik yang dikembangkan Raka memanfaatkan teknologi sensor nirkabel untuk meningkatkan fungsionalitas dan kemudahan penggunaan. Penelitian ini berupaya menciptakan solusi yang tidak hanya canggih, tetapi juga ekonomis. Hal ini menjadi sangat penting mengingat banyak penyandang disabilitas di Indonesia yang membutuhkan alat bantu namun terkendala biaya.

Inovasi ini adalah kelanjutan dari pengembangan lengan prostetik yang sudah ada di FILKOM UB dalam beberapa generasi. Raka mencoba membuat lengan prostetik bionik dengan biaya lebih rendah. Ini menunjukkan semangat kolaborasi dan riset berkelanjutan di lingkungan akademik untuk menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat luas, terutama bagi mereka yang membutuhkan.

Kontribusi Raka tidak hanya terbatas pada dunia akademik. Setelah lulus, ia telah diterima bekerja sebagai technical consultant di salah satu anak perusahaan CTI Group. Raka berharap dapat meniti karir di bidang IT, serta terus menambah relasi dengan bertemu orang-orang dari berbagai industri.

Keberhasilan Raka dalam meneliti dan mengembangkan lengan prostetik bionik adalah cerminan potensi besar teknologi di Indonesia. Inovasi semacam ini tidak hanya memberikan solusi teknis, tetapi juga dampak sosial yang signifikan, meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas dan memberikan mereka kesempatan yang lebih baik.

Raka adalah contoh nyata bahwa pendidikan tinggi dapat menjadi katalisator perubahan positif. Harapannya, inovasi seperti lengan bionik ini dapat terus dikembangkan dan diimplementasikan secara luas, membawa harapan dan kemandirian bagi lebih banyak individu di masa depan.

Inovasi tak henti-hentinya lahir dari tangan-tangan cerdas anak bangsa. Salah satunya datang dari Fatih Raka Ksatria, seorang wisudawan terbaik dari Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Brawijaya (UB). Raka berhasil menghadirkan harapan baru bagi penyandang disabilitas melalui skripsinya yang berfokus pada pengembangan lengan prostetik bionik. Karyanya ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat menjadi solusi nyata bagi permasalahan…