Bioakustik Laut: Siswa SMPN 1 Ambon Rekam Suara Bawah Air Teluk

Wilayah perairan Maluku dikenal sebagai salah satu pusat biodiversitas laut dunia yang menyimpan kekayaan luar biasa di bawah permukaan airnya. Namun, pemantauan kesehatan ekosistem laut biasanya hanya dilakukan secara visual melalui penyelaman. Di SMPN 1 Ambon, para siswa melakukan terobosan unik dengan mempelajari laut melalui suara. Melalui proyek Bioakustik Laut, mereka berupaya mendengarkan “bahasa” ekosistem bawah air untuk memahami kondisi lingkungan Teluk Ambon tanpa harus mengganggu habitat aslinya.

Bioakustik merupakan disiplin ilmu yang menggabungkan biologi dan akustik untuk mempelajari komunikasi suara pada organisme. Bagi para siswa di Ambon, teknologi ini menjadi jendela untuk mengetahui aktivitas biota laut yang sering kali tidak terlihat oleh mata telanjang. Dengan menggunakan perangkat hidrofon sederhana yang diturunkan ke dalam air, mereka berhasil melakukan aktivitas Rekam Suara yang menangkap berbagai frekuensi, mulai dari bunyi gesekan karang, suara komunikatif mamalia laut kecil, hingga kebisingan yang dihasilkan oleh aktivitas manusia di pelabuhan.

Proses pengambilan data ini dilakukan di sekitar perairan teluk yang memiliki karakteristik arus dan kedalaman yang beragam. Siswa belajar bahwa setiap suara di bawah air memiliki makna tertentu. Suara jentikan udang pistol yang intens, misalnya, sering kali menjadi indikator bahwa terumbu karang di area tersebut masih dalam kondisi sehat dan produktif. Sebaliknya, jika rekaman hanya didominasi oleh suara mesin kapal yang konstan, hal itu menandakan adanya polusi suara yang dapat mengganggu navigasi dan reproduksi ikan di Teluk tersebut.

Eksperimen yang dilakukan oleh siswa SMPN 1 Ambon ini memberikan dimensi baru dalam pendidikan lingkungan di Indonesia Timur. Mereka tidak hanya belajar tentang biologi laut dari buku, tetapi juga merasakan langsung bagaimana fisika suara berperan penting dalam ekologi perairan. Keterampilan dalam menganalisis spektrogram atau representasi visual dari suara membantu siswa mengasah ketelitian dan kemampuan berpikir kritis. Mereka belajar mengidentifikasi pola-pola anomali yang mungkin menjadi tanda awal adanya kerusakan ekosistem atau perubahan suhu air yang ekstrem.

Wilayah perairan Maluku dikenal sebagai salah satu pusat biodiversitas laut dunia yang menyimpan kekayaan luar biasa di bawah permukaan airnya. Namun, pemantauan kesehatan ekosistem laut biasanya hanya dilakukan secara visual melalui penyelaman. Di SMPN 1 Ambon, para siswa melakukan terobosan unik dengan mempelajari laut melalui suara. Melalui proyek Bioakustik Laut, mereka berupaya mendengarkan “bahasa” ekosistem…